Senin, 02 April 2012


Cerpen: 

Aku Ingin Menikah Bang...........!!!
Aku ingin menikah bang!!! Itu awal dari suratnya…membuat jantungku berdekap kencang, lalu ku baca surat itu perlahan.
Aku ingin menikah bang!!!
Bukan karena aku ingin melakukan hal yang selama ini dilarang oleh agama, tapi aku ingin menikmati pernikahan itu sendiri.
Aku tau tak mudah untuk menjalani sebuah pernikahan, suatu ikatan erat yang tak bisa dimainkan layaknya orang yang berpacaran. Tapi aku inginkan itu, aku ingin menikmati susahnya menjadi seorang istri, mempunyai anak dan mengurus mereka..aku suka akan hal itu dan aku akan menganggapnya sebagai suatu ibadah karena ada tantangan yang harus aku lalui, disamping menjalankan roda rumah tangga juga berkarir untuk diriku sendiri.
Bukankah kau tau, dari dulu aku ingin sekali menikah muda. Kau mau tau alasannya? Karena aku suka melakukan hal itu, aku merasa bangga menjadi seorang istri sekaligus menyandang status ibu bagi anak-anakku, melihat perkembangan mereka dari kecil hingga dewasa menaklukkan rasa penatku setelah sehari bekerja. Mengurus suami yang sangat aku hormati juga aku cintai, memberikannya limpahan cinta dan ingin selalu tampil cantik didepannya. Itulah yang ingin aku lakukakan.
Aku tau ini gak gampang untukmu, aku tau banyak hal yang engkau fikirkan. Tapi terkadang hal itu hanya sebuah keinginan, dimana manusia tak bisa lepas dari rasa puas. Saat keinginan engkau telah tercapai, engkau pasti menginginkan hal yang lain lagi.
Kau tau sayang??menikah itu ibadah, dengan menikah kau telah menyempurnakan ibadahmu juga agamamu. Menikah bukanlah hal yang paling manakutkan, setidaknya menurut versiku, karena semua tak akan berbeda, kecuali hidup bersama dengan kewajiban masing-masing.
Kau masih bisa beraktivitas seperti biasa, yang berbeda hanyalah kurangnya waktu luangmu

diluar rumah karena ada seorang istri yang menantimu dirumah, menyediakanmu segala hal yang engkau perlukan.
Aku bisa membayangkan betapa bahagianya dengan keluarga seperti itu. Tak ada paksaan juga tekanan, karena semua didasari dengan rasa sayang juga kebersamaan.
Keinginan ini sudah kupendam sejak lama, hanya saja aku juga gak bisa sembarangan memilih calon suami yang akan mendampingiku seumur hidupku.
Satu hal yang perlu kau tau, selama ini aku juga terjebak dalam dua keadaan yang sangat mengganggu fikiranku, menikah atau berkarir.
Karena jika aku memilih untuk menikah, maka karirku tak seperti yang aku inginkan, sementara aku juga ingin sukses dalam berkarir, kebanyakan perusahaan menginginkan karyawan yang belum menikah.
Tapi hasrat ku ini sangat kuat, banyak pro dan kontra akan keinginanku ini, ada yang memberiku nasehat untuk menyegerakan pernikahan, ada juga yang menyuruh kami untuk berkarir karena usia kami yang terbilang muda, hanya saja menurutku usiaku bukan muda lagi, walaupun masih banyak yang lebih tua usianya dan belum menikah, tapi aku mengkhawatirkan usia ini. Aku juga mengkhawatirkan kesalahan yang akan kulakukan dalam menjalin sebuah hubungan yang biasa disebut pacaran.
Menurutku 1 tahun cukup untuk mengenal karakter masing-masing, dan aku rasa aku telah cukup mengenalmu. Apa fikiranku ini salah?
Mungkin engkau tlah banyak menyusun rencana untuk masa depan kita, aku dukung semua itu, tapi aku tak mau terlalu berencana bang, karena terlalu sakit klo semua itu tak seperti yang kita harapkan, bukankah kita lebih mantap menyusun rencana saat kita sudah menikah? Menyatukan untuk satu tujuan, apa apa saja yang ingin kita raih dan kita miliki.
mungkin banyak hal yang terfikir dikepalamu, seperti memiliki sebuah rumah, kendaraan juga yang lainnya, tapi tidakkah kau tau itu pasti bisa kita dapatkan dan aku yakin kita bisa mewujudkannya bersama-sama.
Mungkin engkau adalah penganut faham yang mengatakan belum siap menikah apabila belum mapan dari segi materil, engkau ingin segalanya perfect saat engkau ingin melanjutkan sebuah hubungan ke jenjang pernikahan. Itu wajar, aku tau engkau melakukan semua itu karena kau ingin membahagiakan aku. Semua itu memang sangat kita butuhkan, apalagi di era globalisasi seperti ini, dimana persaingan semakin ketat, juga mahalnya biaya hidup baik primer maupun sekunder.
Tapi sampai kapan kau ingim mewujudkan semua itu?semakin lama waktu berjalan, semakin banyak yang akan difikirkan, dan semakin mahal pula biaya hidup yang harus dikeluarkan..tidakkah kau mengerti akan hal itu.
Kita tak pernah tau apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang, tapi jika kita mempunyai niat yang baik untuk suatu urusan, aku yakin Allah pasti memberikan kemudahan, apalagi kita mempunyai niat untuk menyempurnakan.
Tidakkah kau sadari, selama ini engkau telah memiliki niat yang tulus dalam hatimu, walau engkau sempat merasa putus asa, namun perlahan tapi pasti, engkau mendapatkannya satu demi satu, tawaran itu mengalir walau belum seperti yang engkau inginkan, hanya saja itu adalah proses akan niat baikmu.
Aku tak bisa menjelaskan dengan detail akanhal itu, aku takut engkau akan merasa seolah aku mengguruimu atau mungkin memaksamu, bukan-bukan itu yang aku mau, aku hanya ingin meluruskan maksudmu, aku akan tetap menunggumu. Sampai engkau merasa siap. Tapi aku tak mau engkau terus berfikir akan semua materil, karena aku yakin seiring berjalannya waktu kita pasti bisa mewujudkannya bersama-sama.
Banyak orang sukses pada awal ia menikah biasa-biasa saja, tapi karena mereka mau berusaha, bahu membahu dan didampingi oleh istri tercinta, akhirnya mereka bisa mewujudkan cita-citanya.

Untuk itu jangan memaksakan diri untuk segera mewujudkannya, aku tak mau dirimu sakit, hanya kerena bekerja dan tak mengenal waktu beristirahat.
Engkau mengatakan agar aku tak perlu memikirkan dan mengkhawatikanmu, tapi aku tak bisa, karena aku tau sikapmu yang selalu merasa bisa dan menganggap semua mudah, itu yang aku khawatirkan. Istirahat yang kurang dan tidak beraturan bisa membuatmu sakit, bagaimana bisa aku tidak memikirkanmu? Kau tau..engkau adalah semangatku, separuh dari hidupku, ada yang kurang jika sehari saja aku tidak memikirkan dan mendengar kabarmu, bagaimana bisa aku melupakanmu jika engkau sudah terpatri dalam hatiku.
Mungkin kau tak pernah tau akan hal itu, seberapa besar aku mencintaimu, mengharapkanmu tuk menjadi pendampingku. Menjadi imam untukku juga anak-anakku kelak.
Kadang aku juga merasa heran, mengapa aku begitu menyanjungmu, tak perduli akan yang lain. Engkau yang terbaik, segalanya untukku.
Sayang aku terus berdoa untuk kita, semoga Allah memberikan kemudahan dan melimpahkan rahmatnya pada kita. Amien….
medan, 14 sep 2007
tak kuasa aku membaca semua itu, fikiranku berputar, mungkin semua yang dikatakan rini pada surat itu benar adanya, surat yang ia kirimkan padaku karena mungkin tak sanggup untuk dia ucapkan..
hatiku terus berkata, apa yang harus aku lakukan?
Tuhan tuntunlah hambaMu ini….

======================================================================

Cerpen  Remaja
" Alay "

Lonceng berbunyi menandakan jam istirahat telah tiba, Aku bergegas mengemas buku ku dan segera menuju ke toilet..sumpah kaga taahan banget.. ih gila yaaaa.. beser deeehh.. bukan sesuatu banget deh Afifah, gak penting :p



Buru-buru aku rapikan lagi bajuku dan segera keluar dari ruangan yang cukup bau itu.

“Yaalloh legaaa.. “ gumamku dengan wajah sumringah.

“Buahahahah,, heh buu,, pipis di celana yaa ,,haha,, makanya kata mamah kalo mau tidur tuh pipis duluuu,, biar kaga ngompolll  “

Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara yang cukup ramai.. ngomongin saapa yaaa..

Aku mencari asal suara itu.ketika ku longok ke samping kulihat geng kutu kupret.. rupanya mereka sedang  ngomongin aku toh.. loh.. ? apa yang salah ni sama aku.. masa iya aku dikira pipis di celana.. bukan sesuatu banget kaan,,udah deh sesuatu terus..

Fifah pipiiis dicelana.. fiifah pipiis dicelana ,, fiifah pipis dicelana.. fiifah pipiiis dicelana!

Razi, gion, yodi, randi, rangga dan fika mengejek-ejekku .. tak tahan dengan ejekan mereka tangisku pun pecah,, langsung kuangkat tanganku dan menutup mataku lalu aku lari ke kelas .. didalam aku menangis sejadi-jadinya.. ditengah tangisan ku aku seperti mendengar  deheman.. ku hentikan tangisku sejenak dan menoleh kebelakang.. waddoh , anak yang  gak pernah dimasukin bajunya itu lagi duduk sendiri dibelakang sambil memain-mainkan pensil ditangan nya.

“Kayak bayi aja kamu nangis,, cengeng banget sih! Banget aja gak secengeng itu,, haha..“ ceplosnya.

aku masih terisak.

“kalo diejek gitu aja mah jangan nangis, kalo gak diem aja ya senyum,, atau kalo perlu ya dilawan,, ini enggak,, nangiiis..haha....” lanjutnya lagi

“Eh coba kamu yang diejekin kayak gitu pasti kamu juga nangis kan!”

“ya enggaklah,,, mana mungkin aku anak laki-laki, emang kamu fah,,di omong dikit langsung nangis,, ” katanya lagi.

Aku makin mewek dengan kata-kata Fatih .. suaraku makin nyaring mempersembahkan tangisan yang maha dahsyat itu.

“weh weh,, jangan teriak-teriak gitu dong ,, ntar aku yang disalahin produser,,” pintanya

“kamu pikir kita lagi main sinetron apa pake bawa-bawa produser segala!” kataku sambil terus nangis

“iya bukan juga sih,, tapi ya udah kamu diam dong, nih buat kamu.. udah ya jangan nangis lagi loh ”katanya lagi sambil menyodorkan penghapus kecil berbentuk boneka. . Aku menyambut penghapus itu dalam keadaan masih terisak juga. Ku lihat Fatih keluar,tapi gak tau mau kemana..


Keesokan harinya aku kembali ke sekolah dengan perasaan masih kesal.. hikss..gak mau sekolah rasanya hari itu..

Entah kenapa tiba-tiba aku pengen cepet nyampe kelas..aku pun berlarian dengan menyandang tas warna pink bergambar baby ituu..

Hmm,, begitu sampe dikelas aku langsung dimintai tanda tangan sama anak-anak ,, alaaaaahhh,, khayaaalll! Ya begitu nyampe kelas aku langsung duduk disebelah Mila lah,, teman sebangku ku daaari kelas 1 sampe kelas V sekarang ini..

Aku gak lihat Fatih,, kemana diaa,  kecemplung sumur? Ah lebay..

“eh Fifah,, si Fatih pindah sekolah loh dia ke Banjarmasin ,kamu udah tau kan? “Mila tiba-tiba mengejutkan ku sambil ngemut coklat.

Aku terkejut dan langsung pengen nyaplok coklat yang lagi diemut Mila.

“eit et,, biasa aja terkejutnya jangan sampe ngembat coklat aku yaa..” kata mila sambil mengangkat coklatnya lebih tinggi.. huh pelitt!

Aku memang tergoda dengan coklat silver queen mila ituu,, huhu,, tapi ya itu sekedar eksyeenn.hoho.

Fatih!! aku kembali teringat nama itu..

“Emang kenapa dia pindah mil? Tanyaku polos.

“Bosen kali liat kamu nangis , hehe“ ceplos mila..

“Ih kok gituu sih” balasku gak terima.

“Terus gimana donk.. “ balas mila santai..

“Wateper deh.. intinya kamu pelit ga mau ngasih aku coklatt..!”plakkk,, #dasar anak SD ngemeng nya asal-asalan.
“Nama saya Fatih Al-Maghribi,,saya  pindahan dari Banjarmasin. Saya harap teman-teman  bisa menerima saya disini dengan senang hati dan bisa membantu saya belajar disini. Terimakasih!”

Aku seperti gak percaya si Fatih benar benar kembali setelah menghilang dari peredaran dan tidak ada kabar sama sekali. Huah,, mana sekelas lagii..wew..alhamdulillah yaa.. ses*a** #tiiiit sensor :D

“Tih,, masih inget gak sama aku? “ tanyaku agak malu-malu tapi mau saat jam istirahat tiba.

“oh,, anak cengeng ya? Inget donk..kenapa?”.jawabnya

“Ih jahara banget deh,, masih inget aja kamu! “balasku

“Ya inget lah,, suara kamu kalo nangis kan bikin sekolah geger., haha,, dasar cengeng! Masih suka nangis sekarang?” lanjutnya

“ihhh Fatih kamu .......” ..Fatih segera mengelak sebelum aku pukul dengan buku .

Dia tertawa lepas,, begitu juga aku,, eh diejekin malah ketawa, dasar fifah .. mungkin saking bahagianya karna bisa ketemu lagi sama Fatih kali yaa,, hahay.

“Eh,, kantin yuk!” ajak Fatih.

“Kok ngajak aku?” tanyaku sok nanya :D

“Trus ngajak siapa donk?Syahrini? itu kan bukan sesuatu banget Afifah.. haha”Fatih tertawa renyah.



“Ih udah deh kamu Syahrini terus..”

“Ya aku kan baru disini,, disini yg udah aku kenal lama ,, dari SD yaa kita kenal, jadi ya ma kamu lah..aku traktir deeeh..”rayunya.

“Iyadeh iyadeh..” aku mengiyakan.

Kami berdua pun pergi menuju kantin yang tak jauh dari kelas X6 itu.

“Kuah baksonya ada mbak? “tanya Fatih ke pelayan.

“Ada..”

“ pesen kuah baksonya dua  ya mbak,, kalo mbak mau nambahin mie sama baksonya juga gapapa,, hehe.”

“Ih kamu tu mau pesen bakso aja kok rempong banget sih Tih..”protesku 

“Haha,, yaa kan aku pesen nya kuah bakso bukan bakso..rempong gimana..”balasnya

“Ih...”tatapku dengan muka serius.

“Halaaaaah becanda ..kamu mah dibawa serius aja,, pasti mau nangis lagi tu kaaan,, haha.” Ledeknya lagi.

“Iiih Fatih kamu tuh yaaa” aku segera menabok lengan Fatih.

Bakso datang kami pun tidurr.. eh salah kami pun makan . Aku memperhatikan Fatih makan,lahap banget pemirsa, tu anak kaya udah 2hari gak makan (jangan 5hari daah, lebay :P)

Hmmm,, Fatih tu udah gede cakep yaa,, putih pula?  iya bener deh,, bener-bener terpesona melihat sosok Fatih sekarang.. dia bener-bener cakeep. miriip sapa tuh ,, ilham smash apa yak yang adeknya Reza...11:12 laah.. dulu mah jelek item, hidup lagi.. oiya satu lagi tuh ,, ingusnya sering meler-meler ,, udah gitu ngelapnya pake baju lagi,, bajunya juga ga pernah dimasukin kedalem, suka gigit-gigit pensil jugaa,,dia mah lebih baik gigit pensil daripada gigit permen.. kontras ma iklan nya  #kebayang dah yaa,,

“Woi,, makan tuh baksonya,, malah ngelamun.. haha”Fatih mengejutkanku..

“Iya iya ntar mangkoknya sekalian aku telen deh..” balasku

“Wahh,, hebat kamu fah bisa nelen mangkokan, berguru dimana?” ledeknya.

“Berguru ama Syahrini..sesuatu banget Tih..” jawabku ngasal.

“Haha,, bisa aja kamu,, kamu aja gak bisa,, (loh?) Yaudah cepetan makan tuh baksonya.. bentar lagi masuk kan..”

“Iya iyaa,,”


Gak terasa udah hampir setahun yaa ilham smash sekolah disini.. alhamdulillah ya pemirsaa,, sesuatu banget..plakk!

Kita kelas XI  sebentar lagi pemirsa,, itu artinya bukan tidak mungkin aku sama Fatih bakal pisah kelas. Kami udah sangat dekat sekali friend bangettt lah,,tapiii Gak tau kenapa ya kok aku kaya ada rasa sama Fatimah itu,, lah saposeh Fatimah(?) eh maksudnya Fatih itu.. aduh jangan donk,, aku bingung niiih.. aku terus kepikiran dengan hal gak penting itu.  Hah,, gak mungkin Fifah suka sama Fatih!

“Sms an ma sapa Tih senyum-senyum gitu..” tanyaku melihat Fatih sibuk dengan henfon nya.

“Mau tau aja..hehe ” kata fatih sambil tersenyum.

“Iya deh yang mau rahasia-rahasiaan..”balasku lg.

Cukup kecewa sama Fatih, kok gak mau ngasih tau ya dia,, tapi yaaah itu kan haknya ,, aku gak bisa ngapa2,, (bisanya ngesot kali yaa Fah :P).

“Yee,, manyun,, ya nanti juga bakal aku kasih tau deh,, sekarang gak dulu yaa.. betewe Fifah cengeng sayaang,, aku ke kelas dulu yaa..lupa deh kalo pr matematika ku belum selesai hahah..”katanya cukup beralasan.

“Iya Fatih...”

Fatih pun segera meninggalkan ku . hmm, emang bener kan kelas XI kita pisah kelas,, aku di IPA 6, Fatih di IPA 2,,kan bukan sesuatu bangeeeet >,< ,, huh, pengen protes sebenarnya waktu tuuuu.. keluhan pelanggannnn ,, plakk!

“Fifah!ntar latian kan.. “ Qisti tiba-tiba  menghampiriku..

"Iyaa kalo gak males..” balasku singkat padat dan kurang terpercaya :D

“Loh,, jangan males donkk,, nantik mamah malah malah..”

“Halllah lebay banget si lu Qis.. “

“Haha,, gak enak Fah kalo gak lebay,,  :p “

“Yeee,, najong lu lama2 ngomong sok imut gitu,, gak pantes cowo ngomong kayagitu, tinggal dipakein wig aja udah cocok tuh lu mangkal,,”

 “Ihh, apa sih lu Fah,, amit amit jabang bayi deh bukan sesuatu banget tuh.. “

“Nada lu banyak yang gooyaaaang! Vibra lu yang biasanya itu gak kelihatan sama sekali! Kenapa sih lu hari ini..” kata Qisti dgn nada kecewa.

“Gak tau Qis,,

“ sakit?”

Aku hanya terdiam..

“Fifah! Kamu beneran sakit? Tanya Qisti lagi..

Nggak lagi akting,, dapet gak akting aku? “ jawabku dengan santai dan muka lesu.

Fifah badan kamu panas.. aku anterin pulang,, ayok!

“Trus latian nya?”

“Udah kesehatan lebih penting!”

“Ihhhh,, Qisti tau aja dehhh aku lagi maless #beneran akting iniii :P

hmm, beneran pusing kok kepala aku,, suerr deh.. dirumah istirahat, tiduran,, ehh tiba-tiba henfonku bunyi.. ting ting,, ting ting..

_Fah,, apakabar kamuu? Akuuu kangeeeeeen_ from: +6285278133979

_c4pp4h n3wh?_

_ih,, 4l4y banget tulisan kamu Fah ,, sejak kapan?haha_ from: +6285278133979

_s3j4k d! zmZ s4mma k4muH!_

_haha,,ya ampun segitunyaa lu ma gueee.. Fah ,, kamu pakabar,,ditanya daritadi juga_ from: +6285278133979

_k4b412k03 643k 424,,k4mUH 93m4n44?_

_haha serius ni ya Fah aku gak ngerti ama ketikan kamu,,sakit mata aku bacanya... alayatun bangett : from: +6285278133979

_yh4odh4 k4l0 c4pex 9u9 uzah zm2 a9eyyy,r3mp0n9 am4tzz_

_iih segitunya lu ini gue Milaaa,, temen SD kamu duluuu masih inget gak??_ from: +6285278133979

_whhhaaaaat,, Milaaaaa? Ya ampun Mill ,,temen gue jaman baholak dulu,, apakabar lu? Masih pelit gak? Rambut lu? Masih sering lu kuncir dua, ingus lu masih meler apa engga? Aku juga kangen kamuuu bebiiii :D_

Aku pun langsung menyimpan nomor mila di kontak henfon ku -> Mila_SD

_l0h,, ku9 gu9 @l4y 493y tul!zan ny4H?_ from: Mila_SD

_ih najong lu apa-apaan haha,, knp jadi lu yang 4l4y gitu,, susah tau gw ngetiknya butuh waktu bnyak,, hahaha _

_haha,, makanya ,, jangan asal 4l4y dulu non,, :D ..eh gimana kabar lu,, udah lama banget ya kita gak ketemu,, masih cengeng Fah,, ?haha_ Mila_SD

_ihh,, kenapa sih selalu cengeng yang pertama2 ditanya ,, huhu.. gak loh,, aku udah gakpernah nangiss sekarang,, tapi kemaren gw sempet nangis tuh pas nonton beritanya istrinya syaiful jamil meninggal ituh mil :D_

_haha,, lebay banget lu mah,, kangen niih.. kapan kita ketemu? Aku lagi di Bukit tinggi niih_ Mila_SD

_ngapain disitu? Jualan lontong sayur apa somay,, haha_

_nggak,,mau ngepel jam gadang dari atas sampe bawah pake tisu paseo bekas.. hoho..  ih  dasar lu,, aku lagi dirumah Nenek ada acara ,, ntar aku kepekan baru sebentar deh mampir,, kita ketemuan yuuk_ Mila_SD

_boleeeh banget,, kapaaaan... aku mau cerita banyaaaaaak ma kamu millll_

_z4m444 F4h akkuH ju9444 m4u c3rit4 zezuatu z4m4 k4muuh.. _ Mila_SD

_pantes lama baleess,, tulisan nya 4l4y lagi :/ _

_h44h44,, kh4nD k4muH y9 n9ajaR!nd AkkuH_ Mila_SD

_plakkk! 4l4y lagi gw jambak lu.. n93rTi!!!_

_Jiah, dienya malah lebih alay,, haha.. yaudah Fah ntar aku sms kamu ya kalo dah di sana _ Mila_SD

_!y4 b3b!!,, nt4r huBun9in azz4444 yhu44 :P_

Sms sampe menghabiskan 50 sms gratis kartu As  terus berlanjut sampe malem harii,, maklumm, temen SD udah lama gak ketemu, hhaha.

Hmm,, kembali ke Fatimah nihh..malem minggu garing ginih,, ihh..

Tiba-tiba henfonku bervibra lagi..

_fah,, besok kemana? _ from : Fatih

_ dirumah aja, kenapa gitu? _

_hmm, nonton yuk,,sekalian aku mw ketemuin kamu sama sesuatuuu_ from : Fatih

_apa tuu yang sesuatuuu? _

_sesuatu banget deh pokoknya,, hahaha.. oke mau kan.. ? _ from : Fatih

_mulai deh patimah,, syahrini teruuuus >,< ..oke deh,, sampe ketemu besok yaa_

Hohoho,, Fatih ngajak nonton,, hihi,, gak sabar pingin cepet-cepet besok deeeh :D. 
Puji Tuhan  ya ,sesuatuuuuu bangett,, hihi.. girang  pokoknyaaa.


Jam 13.00 suara berisik motor yang gak asing datang kerumahku..

Loh? Kok dia?

“Udah siap belum? Fatih udah nunggu dia duluan tadii..” Qisti teriak dari kejauhan.

“Hah? Jadi sama kamu juga Qisti?” tanyaku kaget.

“Lah iyaa,, kan mau nonton bareng gimana sih..”terangnya.

“Kok Fatih gak bilang sih,, ih .

Kecewaaaa deh,, Fatih ni mau nonton rame2 kok gak bilang2 sih,, keburu senang duluan kan .. blesak lu dasar fatimah!!

Aku pun naik ke motor mio yang udah di rombak habis knalpotnya sam si Qisti..

Sesampainya disana dilantai tiga aku dan Qisti langsung duduk gabung sama Fatih.

“Heiii,, dateng juga kamuuu Fifah,, hhehe,,”

“Mau nonton apa sih kita?”

 Aku yang tadinya semanget  mau nonton jadi agak malllesss..gatau deh kenapa ga enak banget ni hatii,, heuu.

“Yaudah kita langsung kedalem aja dulu,,” ajak Qisti.

“Eh tunggu,, masih nunggu orang nih,, “kata Fatih..

“Siapa Tih? “Tanyaku heran.

“Ntar kamu juga tau Fifah “balasnya sambil tersenyum.

Selang beberapa menit kemudian..

“Fifaaaaaah !!!! “ tiba2 terdengar suara yang agak kukenal dan agak enggak dikit dari belakang,, hho.. ku menoleh ke belakang..

“Milaaaaaaa!!!!!” Kami berdua pun berpelukan,, cipika cipiki,, cium jidat cium dagu juga,, emang lebay yee,, huhu.

Mila tuh cantik banget sekaraaang rambutnya yang selalu dikuncir dua kaya dulu.. udah dibiarin tergerai dengan indahh,, sihiyyy.. pasti pacarnya cakep..

“Eh,,betewe lu masih inget sama Fatih ,, tuh dia juga ada..” kataku sambil menunjuk Fatih yang sudah berdiri dan senyum senyum kepada kami berdua,,

Mila pun Cuma tersenyum..

“Hmm,, oia,, Fifah.. ini loh yang mau aku temuin sama kamu sebenarnya.. hehe..” Fatih mulai bicara lagi.

“Hmm,, kamsud?” Aku heran..

“Ohyah,, gini.. Mila,, pacar aku.. yah,, dia ini sesutu yang aku bilang itu.. kan aku pernah janji kalo aku mw ngasih tau kamu kalo tiba waktunya..”terang Fatih singkat padat dan manusuak .

Sekujur badan  lemass,perut mendadak sakit ..

Ya Allah,, sumpah ini diluar dugaan,, sumpah tak pernah terbersit sedikitpun difikiran akan seperti ini takdirnya.. fatih sama milaa, sesuatuuuuu.. ngoook.

Tetap  menebar senyum walaupun hati sedang berkabut tebal.. nyesseeeeek bangettt .. astaghfirullah yaa bukan sesuatu bangett.. untung masih nyambung diajak ngobrol oleh keduanya mengenang masa-masa SD..

Ya allahh.. rela gak rela lah,, keduanya temen aku,, temen deket aku.. harus direstui walau sakit..

Qisti memperhatikanku dengan mata sayu.. nampaknya Qisti tahu betul gimana hatiku.. dengan sigap Qisti memperbaiki situasi dan meminimalisir keadaan hatiku ini.

jam 8.30 malam kami pulang..

sampai dirumah aku langsung masuk kamar,, tidur dehh,, udaaaah la Afifah,, jangan terlalu mendramatisir keadaan,, yuk capcuss bobonya,, smoga mimpi indaaaah ..


The end....
====================================================================== 
  
Cerpen Cinta Pertama : First Love
 


Aku mengenalnya semenjak aku berusia 14 tahun, dan semenjak itu aku merasa aneh.
Entah apa yang aku rasa saat itu, aku tak mengerti apa yang sedang terjadi kala itu, aku seperti orang yang tak tentu arah.

Saat aku sadari ternyata aku mulai jatuh cinta, ya aku jatuh cinta untuk yang pertama kali
Namun aku tak mampu melakukan apa yang ingin aku lakukan.
Aku hanya mengaguminya dari kejauhan, aku hanya mampu melihat senyumnya dari sini dari tempatku duduk kala itu.
Aku melihatnya tertawa dan melihat bermain bola di  lapangan itu.
Aku sungguh jatuh cinta, ini cinta pertama ku..
Laki laki yang aku pandang terlihat  tampan dengan gayanya yg khas dan aku suka itu..
Matanya sangat indah, rambutnya yang kriting menambah getaran dalam dada ini..

Huuuuh aku suka dia, benar-benar suka dia..
Rasa ini semakin hari semakin dalam.
Setiap hari yang aku ingin hanya memandang wajahnya.
Suatu hari aku melihat tatapan matanya, tatapan mata yang sangat sejuk.

Yang mampu membuat jantung ini berdegup lebih cepat.
Dan akhirnya aku mulai bisa dekat dgn dia, aku merasa sangat bahagia.
Hingga suatu hari, apa yang aku takutkan terjadi, dia pergi..

Pergi tanpa pesan terakhir.
Kini, hanya ada aku dan kenangan itu..
Aku hanya mampu mengingatnya, mengingat semua senyumnya dan tatapan indah itu.
Aku berjalan gontai sambil meneteskan air mata , air mata kehilangan.
Dia, takkan pernah tau betapa sakitnya aku saat itu, saat dia pergi dariku.
Aku tak mampu berkata apapun, aku hanya menangis dalam diam, menyesali semuanya..
Aku mencoba tegar, aku mencoba terus untuk menutup luka ini, luka yang kau beri.
Aku mencoba bahagia dgn apa yg aku milikki saat itu..
Aku mencoba bertahan dgn senyumanku.
Yaa tuhan, jaga dia selama dia jauh dari sisiku.

Di dalam penantianku, ada seorang pria datang dgn membawa sejuta cinta
Aku masih ingin diam, dan diam menunggu cintaku kembali dalam pelukku.
Namun kehadirannya membuat aku  tertawa seperti dulu, tetapi sungguh dalam hati ini masih ada nama cinta pertamaku.
Aku hanya mampu tertawa sesaat saja, setelah itu kembali menangis dalam diamku, dalam penantianku.

Untuk sementara waktu, sakitku terobati oleh kehadirannya di dalam sepiku.
Namun hanya sementara dan setelah itu kami berpisah..
Tahun pun telah berganti namun cintaku tak pernah kembali..
Aku tetap menunggu, menunggu dalam ketidakpastian ini..

Sampai suatu hari, aku tau dia sudah tak sendiri lagi, dia mempunyai seorang kekasih..
Aku hancuuuur saat itu..
Aku harus melihat cinta pertamaku bersama wanitanya itu.
Aku menangis sejadi jadinya :’(
Aku terus menangis dalam diamku, aku tak mampu lagi tersenyum saat itu..

Rasanya hatiku sangat sakit saat itu, hatiku ada 1 dan akhirnya hancur berkeping-keping.
Tuhan, mengapa ini terjadi padaku??
Aku menutupi rapuhnya hatiku dgn caraku sendiri.
Dan aku mencoba berpaling tapi selalu saja gagal.

Akhirnya aku menemukan seorang pria, yang sangat aku harapkan bisa menggantikan  dia.
Namun ternyata aku salah, semua yg aku usahakan gagal..
Entah apa yg aku rasakan saat itu, aku galau..
Aku kecewa..
Aku harus rela DIA bersama wanitanya…
Namun aku tak sekuat yang aku kira, aku berharap aku mampu namun ternyata aku tak
mampu.
Aku terlalu rapuh untuk itu..
Namun aku tak putus asa, aku terus menunggunya dan aku hanya menangis dalam diamku.
Aku berdoa, suatu hari nanti DIA bisa mengerti rasaku ini J
Setelah tahun berganti..

Tuhan mendengar doaku, aku kembali bisa dekat dengan cinta pertamaku itu.
Ahhh, senangnya aku ini :D
Lama-kelamaan aku semakin dekat dengan dia..
Dan sekarang dia bukan lagi bayangan, tapi dia adalah KENYATAAN.
Perjuanganku selama 4tahun ini TIDAK sia2, terima kasih Tuhan :*
I will be love you, until the end of time my Boy J
 
=========================================================================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar